“Terkadang apa yang tampak mata, Tak selalu benar adanya”
Jangan melihat sesuatu hal
ataupun permasalahan hanya dari satu sudut pandang saja. lihatlah dari berbagai
arah, kita akan menemukan sesuatu yang berbeda. Tak adil rasanya jika kita
hanya melihat gajah dari samping, maka akan tampak bahwa dia hanya memiliki
satu mata. Cobalah lihat dari samping satunya lagi, maka akan kau dapati
kebenaran ternyata matanya dua. Pun demikian ketika dilihat dari depan dia tak
punya ekor, ternyata setelah dilihat dari belakang dia punya ekor. Ketika kita
melihat hanya dari belakang saja yang nampak ekornya, sebagaian kecil badan dan
kaki, sedangkan belalainya dan mungkin juga gadingnya tak nampak. Betapa kita
bisa mengambil pelajaran berharga dari “melihat gajah” ini. Kadang apa yang
terlihat belum tentu benar adanya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan
hanya dengan percaya dari satu informan. Croscek
dari berbagai pihak jika perlu croscek
langsung dan temukan titik terang.
“Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang
tahu.”
Ini tentang ketulusan,
keikhlasan, kebaikan seseorang hanya Alloh yang mampu menilai dengan mutlak. Terkadang
yang nampak mata hanya kamuflase dari dirinya. Pun demikian dengan senyuman,
ataupun airmata bisa saja hanya sekedar basa-basi bahkan sandiwara. Namun
sebagai makhluk yang berakal dan berperasaan, hati kita dapat mengenali dan
merasakan mana yang tulus, mana yang pura-pura. Tuluskah atau hanya
kepura-puraan belaka sikap terbaik adalah POSITIVE THINKING. Rumit memang,
beraneka rupa makhluk ciptaan Tuhan. Sama-sama manusianya berbeda karakter,
beda cerita, beda visi, beda misi. Terkadang orang bersikap sangat baik hanya
untuk meraih maksud atau tujuan terentu. Ada juga yang arogan, supaya terlihat
jagoan. Tapi tetap ada juga yang benar-benar tampil apa adanya. Siapapun kamu “Jadilah sebaik-baiknya dirimu, dan
tebarkanlah kebaikan dimanapun kamu berada”.
Kini tentang air mata
dan senyuman. Ada kalanya orang menangis karena hatinya bersedih, adakalanya
pula orang tersenyum karena bahagia. Namun kadang ada pula yang kontras, menangis
hanya berpura-pura sedih (ini tak baik). Senyuman lain, senyum menghina, pura-pura
ramah (ini juga tak baik). Adalagi tersenyum dan tertawa hanya berpura-pura
bahagia sedang dalam hati menangis perih. Mengenai hal ini, lebih baik
senyumlah apapun yang terjadi. Menangis cukup dikala sendiri, dan itu hanya
dihadapan Illahi. Sungguh hanya Tuhan yang benar-benar berkuasa dan mengetahui
s’gala isi hati.
Al Banat, Friday 20 sept
2013
At. 06.00 am
--Chuwiee--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar