Kamis, 19 September 2013

Fenomena Kehidupan



“Terkadang apa yang tampak mata, Tak selalu benar adanya”
Jangan melihat sesuatu hal ataupun permasalahan hanya dari satu sudut pandang saja. lihatlah dari berbagai arah, kita akan menemukan sesuatu yang berbeda. Tak adil rasanya jika kita hanya melihat gajah dari samping, maka akan tampak bahwa dia hanya memiliki satu mata. Cobalah lihat dari samping satunya lagi, maka akan kau dapati kebenaran ternyata matanya dua. Pun demikian ketika dilihat dari depan dia tak punya ekor, ternyata setelah dilihat dari belakang dia punya ekor. Ketika kita melihat hanya dari belakang saja yang nampak ekornya, sebagaian kecil badan dan kaki, sedangkan belalainya dan mungkin juga gadingnya tak nampak. Betapa kita bisa mengambil pelajaran berharga dari “melihat gajah” ini. Kadang apa yang terlihat belum tentu benar adanya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya dengan percaya dari satu informan. Croscek dari berbagai pihak jika perlu croscek langsung dan temukan titik terang.
“Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang tahu.”
Ini tentang ketulusan, keikhlasan, kebaikan seseorang hanya Alloh yang mampu menilai dengan mutlak. Terkadang yang nampak mata hanya kamuflase dari dirinya. Pun demikian dengan senyuman, ataupun airmata bisa saja hanya sekedar basa-basi bahkan sandiwara. Namun sebagai makhluk yang berakal dan berperasaan, hati kita dapat mengenali dan merasakan mana yang tulus, mana yang pura-pura. Tuluskah atau hanya kepura-puraan belaka sikap terbaik adalah POSITIVE THINKING. Rumit memang, beraneka rupa makhluk ciptaan Tuhan. Sama-sama manusianya berbeda karakter, beda cerita, beda visi, beda misi. Terkadang orang bersikap sangat baik hanya untuk meraih maksud atau tujuan terentu. Ada juga yang arogan, supaya terlihat jagoan. Tapi tetap ada juga yang benar-benar tampil apa adanya. Siapapun kamu “Jadilah sebaik-baiknya dirimu, dan tebarkanlah kebaikan dimanapun kamu berada”.
Kini tentang air mata dan senyuman. Ada kalanya orang menangis karena hatinya bersedih, adakalanya pula orang tersenyum karena bahagia. Namun kadang ada pula yang kontras, menangis hanya berpura-pura sedih (ini tak baik). Senyuman lain, senyum menghina, pura-pura ramah (ini juga tak baik). Adalagi tersenyum dan tertawa hanya berpura-pura bahagia sedang dalam hati menangis perih. Mengenai hal ini, lebih baik senyumlah apapun yang terjadi. Menangis cukup dikala sendiri, dan itu hanya dihadapan Illahi. Sungguh hanya Tuhan yang benar-benar berkuasa dan mengetahui s’gala isi hati.

Al Banat, Friday 20 sept 2013
At. 06.00 am
--Chuwiee--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wikipedia

Hasil penelusuran