Kamis, 25 Juni 2009

Sejenak Mengingat Kematian

....."Bila Izrail Datang memanggil Jasad Terbujur di Pembaringan. .."
"Seluruh Tubuh akan menggigil sekujur badan Kan kedinginan.. ."
...."Datang masanya Insaflah Diri Selimut Putih Pembalut Badan..."
"Hingga Semua yg Dikasihi Berbaktilah Hidup Sepanjang Zaman..."
...."Janganlah Mau Disanjung2 engkau Digelar Manusia Agung...."
"Sadarlah Diri Tau Diuntung Sebelum keranda Diusung..."

Sudah Bersediakah Anda Ketika Dipanggil Pulang?!!!
Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih....

Walaupun orang yang hadir itu merintih....

Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai....
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa....
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah

Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus....
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud....
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?


Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian....
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat....
Usunglah dirimu ke tikar Solat....
Sebelum kamu diusung ke liang lahad....
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!

Iringilah dirimu ke masjid....
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia....
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa'!


Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sadarlah kamu sebelum kamu disadarkan.. ..
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Karana hanya berguna untuk yang tinggal....
Bukan yang pergi!

Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!


Ingatlah di mana saja kamu berada....
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,....
Sambutlah seruan-Nya Sebelum Dia....
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya....
setetes air yang tidak berarti!

Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi segumpal daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai arti....

Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu....
Yang kalau jatuh ke tanah Ayam tak mau mematuk itik tak sudi!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu....
Yang lebih agung dari malaikat!

Lahirmu bukan untuk dunia....
Tapi gunakanlah ia buat berlayar ke bahtera akhirat!

Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'....
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'....
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!

Ingatlah yang kekal ialah amal....
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan.. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!

Pada hari itu tiada berguna....
Harta, tahta dan putera....
Isteri, kad kredit dan kereta....
Kondominium, saham dan niaga....
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia!!!

" Saling berpesan-pesan untuk kearah kebaikkan"

TANDA 100 HARI SEBELUM HARI MATI!!!!!
Assalam Mu'alaikum Wbrth!!! BACALAH DENGAN TELITI!!!

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakiNya.
Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar


Seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk manfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

TANDA 40 HARI
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.
Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

TANDA 7 HARI
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

TANDA 3 HARI
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Telapak kakinya yang terjulur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

TANDA 1 HARI
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

TANDA AKHIR
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Sesungguhnya mengingat mati itu adalah bijak


Selasa, 23 Juni 2009

RUSIA


Gambar 1. Peta Rusia

Keadaan Alam Rusia
Rusia adalah negara raksasa yang membentang hampir 10.000 km dari barat ke timur dan lebih dari 4.000 km dari utara ke selatan. Dataran luas menutupi sebagian besar wilayah Rusia. Barisan-barisan pegunungan terutama berada di wilayah timur dan selatan. Pegunungan ural yang membentang dari utara ke selatan membagi wilayah negara ini ke dalam dua bagian, yaitu Rusia bagian barat yang menempati Benua Eropa dan Rusia bagian timur yang menempati Benua Asia. Sebagian wilayah Rusia dipengaruhi ijklim benua. Namun, iklim dan vegetasi sangat bervariasi di berbagai kawasan. Di utara contohnya, terdapat dataran luas dengan iklim sedang, hutan-hutan raksasa, serta padang es yang sangat luas. Rusia memiliki daerah pertanian yang sangat luas. Negara ini juga kaya akan cadangan mineral. Negara Federasi Rusia merupakan salah satu produsen terbesar dunia untuk bbahan bakar fosil dan beragam jenis logam. Rusia adalah negara terbesar paling kuat di antara negara-negara pecahan Uni Soviet. Usai krisis pada tahun 1991, Rusia masih mengalami banyak masalah politik dan ekonomi.

Rusia bagian Barat
Rusia bagian barat berbatasan dengan Kazakstan, Georgia, dan azerbaijan di sebelah selatan. Bagian ini mempunyai garis pantai pada laut Kaspia dan Laut Hitam. Di sebelah barat, Rusia berbatasan dengan Ukraina, Belarusia, Latvia, Lithuania, dan finlandia; serta jauh di utara berbatasan dengan Norwegia. Kaliningrad, sebuah daerah yang dipisahkan oleh Luthiana dan Latvia dari daratan utama Rusia juga termasuk wilayah Rusia. Sebagian besar wilayah Rusia bagian barat adalah bagian dari dataran Eropa Besar.
Wilayah ini merupakan bagian Federasi Rusia yang paling kuat ekonominya. Kota-kota terbesar serta daerah pertanian yang paling produktif berada di wilayah ini.
Dataran Eropa Besar membentang ke Timur, mencapai Pegunungan Ural. Pegunungan ini berumur sekitar 250 juta tahun, terbentuk dari hanyutan benua yang memaksa Siberia dan Eropa bergabung. Erosi telah mengikis pegunungan ini sehingga ketinggiannya rata-rata kini adalah 600 meter. Wilayah pegunungan ini merupakan wilayah yang kaya akan mineral penting seperti batu bara, bijih besi, platinum, timah, kromium dan tembaga. Keadaan alam yang kaya akan bahan mineral ini mendukung untuk perkembangan perekonomian wilayah di sekitar Pegunungan Ural ini. Seperti di sebelah barat Pegunungan Ural bagian selatan terdapat sejumlah kota industri, seperti Perm dan Ufa. Kota-kota ini menjadi pusat penambangan dan pengolahan mineral. Industri-industri manufaktur juga dikembangkan di kota-kota ini.
Disamping kaya akan bahan mineral, Rusia juga memiliki beberapa wilayah yang subur. Lahan pertanian luas yang berada di Rusia bagian barat dikenal sebagai segitiga yang subur. Daerah ini membentang dari Laut Hitam sampai Laut Baltik, menckup daerah perbatasan bagian barat, serta melintasi wilayah Kota St.Petersburg di sebelah tenggara sampai ke bagian selatan Pegunungan Ural. Daerah segi tiga yang subur ini di tanami sereal, tanaman pakan ternak, dan sayur-mayur. Dari hasil pertanian ini sangat menopang kehidupan perekonomian Rusia. Rusia menjadi produsen utama dunia untuk gandum hitam (rye), gandum (oat), barley, gula bit, dan kentang.
Rusia Bagian Timur
Wilayah Rusia yang berada disebelah timur Pegunungan Ural dikenal sebagai Dataran Siberia Barat. Dataran ini sangat luas membentang sekitar 1900 km dari barat ke timur dan sekitar 2400 km dari utara ke selatan. Luas keseluruhan wilayah ini lebih dari 2,5 juta km2. Lebih dari setengah dataran ini memiliki ketinggian di bawah 100m. Hanya bagian di sebelah selatan yang memiliki ketinggian diatas 250 m. Di sekitar wilayah ini terdapat kota-kota penting yaitu Omsk dan Chelyabinsk yang terletak di dekat Pegunungan Ural. Sesuai keadaan tanah di sekitar Pegunungan Ural yang kaya akan bahan-bahan mineral, kedua kota ini menjadi wilayah penambangan yang kaya akan batu bara.
Selain di wilayah dataran Siberia, di Plato Siberia Tengah juga kaya akan cadangan bahan mineral. Namun sebagian besar belum ditambang karena kendala transportasi serta kendala iklim yang kurang bersahabat.
Ladang batu bara Pegunungan Ural kebanyakan terdiri dari batu bara bermutu rendah dan mengandung banyak lignit (batu bara muda). Produk dari Cekungan Moskwa seluruhnya berupa lignit dan digunakan untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Ladang batu bara Siberia Timur dan Kawasan Timur Jauh semakin lama semakin ditingkatkan produksinya, dan yang paling penting diantara ladang-ladangnya terrdapat di Ceremchovo, Bukacaca, Bureja, Pulau Shakalin dan Kansk-Achinks. Lebih ke utara dari kawasan ini terdapat cadangan yang sangat besar, terutama di Cekungan Tunguska dan Cekungan Lena. Ladang-ladang lain terdapat di L’vov-Volynsk dan Lembah Sungai Dnepr.
Hasil produksi minyak bumi di masa lampau pernah mengungguli Amerika Serikat. Lebih dari 70% hasil produksinya kini berasal dari ladang minyak Volga-ural dan selebihnya berasal dari ladang di Baku dan Pegunungan Kaukasus utara. Sementara ladang Volga-Ural tetap dominan, ladang-ladang baru mulai berproduksi, antara lain ladang Tumen di Tanah Rendah Siberia Barat dan ladang Semenanjung Mangyslak. Namun demikian produksi minyak bumi tetap berpusat di belahan barat Rusia. Kini satu-satunya yang penting dari sebelah timur Sungai Yenisei hanya ladang kecil di Pulau Sakhalin, kendati diperkirakan terrdapat cadangan yang cukup besar di Lembah Sungai Lena.
Produksi gas alam juga meningkat pesat. Sekitar separuh dari hasil produksi total berasal dari kawasan yang juga merupakan peanghasil utama minyak bumi seperti Baku, Kaukasus Utara dan Volga-Ural.
Mineral logam bertebaran luas di seluruh Rusia. Zona yang trerpenting ialah Pegunungan Ural, Rusia Eropa bagian selatan, Semenanjung Kola, Pegunungan Kaukasus, dan sejumlah distrik di Siberia Selatan.
Dalam produksi beberapa macam logam yang digunakan dalam industri besi dan baja, Rusia menempati peringkat atas dunia. Sedemikian kayanya Sumberdaya mineral di Rusia sehingga negara ini menjadi pengekspor bahan bakar minyak dan pelumas, logam mulia, bahan kimia serta alat transportasi.

Kondisi Perekonomian Rusia
Rusia mempunyai posisi penting dalam perdagangan energi dunia. Sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia dengan jumlah cadangan terbukti sebesar 1.680 TCF (tahun 2001) atau dua kali lebih besar dibandingkan cadangan gas Iran, terbesar ke dua untuk cadangan batubara setelah AS dengan jumlah cadangan sebesar 173 miliar ton,dan cadangan terbukti minyak sebesar 60 miliar barel (terbesar ke delapan di dunia). Perekonomian Rusia tumbuh pesat selama empat tahun terakhir, terutama ditunjang oleh ekspor komoditi energi terutama dari kenaikan jumlah produksi minyak yang signifikan dan keuntungan dari tingginya harga minyak bumi di pasar internasional selama periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Rusia sangat tergantung dari pendapatan ekspor migasnya. Cadangan minyak Rusia sebagian besar terdapat di Siberia bagian Barat diantara pegunungan Ural dan dataran Siberia Tengah yang dikenal dengan Russian Core yang menjadikan Uni Soviet saat itu sebagai penghasil minyak utama dengan produksi mencapai 12,5 juta bph yang sebagian besar berasal dari wilayah Rusia. Produksi minyak Rusia sempat turun mencapai 6 juta barel/hari pada tahun 1996 (separuh dari produksi era Soviet) ketika terjadi reunifikasi Soviet. Produksi minyak Rusia kembali bangkit pada tahun 1999, dan pada tahun 2000 total produksi mencapai 7,65 juta bph (naik 28% dibandingkan tahun 1998). Pada tahun 2003 produksi minyak Rusia naik signifikan yang ditunjang dengan adanya kesepakatan dengan Arab Saudi untuk meningkatkan komunikasi diantara kedua negara produsen utama tersebut (Arab Saudi merupakan negara produsen ke dua). Diperkirakan produksi minyak Rusia akan mencapai 8,8 juta bph pada tahun 2004. Industri minyak Rusia dijalankan oleh lima perusahaan minyak terbesar yaitu Yukos, LU Koil,Surgutneftegaz Tyumen Oil Company, dan Sibneft yang memproduksi sekitar 70% minyak Rusia dan sisanya oleh sekitar 150 perusahaan kecil lainnya. Pada bulan April tahun lalu perusahaan minyak Yukos dan Sibneft melakukan merger membentuk perusahaan baru YukosSibneft yang menjadikan perusahaan ini terbesar di Rusia, menguasai cadangan terbukti sebesar 18,4 miliar barel dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta bph. Walaupun kemampuan produksi minyak Rusia tinggi, namun Rusia mempunyai kendala dalam infrastruktur transportasi. Akibat sistem monopoli disisi infrastruktur transportasi pipanisasi oleh perusahaan Transneft, perkembangan infrastruktur transportasi tidak dapat mengimbangi perkembangan produksi. Hal ini menjadi kendala bagi Rusia dalam memasarkan minyaknya, tidak hanya untuk pasar ekspor tetapi juga untuk pasar dalam negeri. Selama periode harga minyak tinggi ini, berbagai alternatif dilakukan oleh Rusia untuk meningkatkan kapasitas ekspornya antara lain dengan menggunakan rel dan alat angkut sungai walaupun biaya transportasi dengan cara ini menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan pipa. Untuk mendukung tingkat produksi yang demikian tinggi, Rusia terus mengembangkan dan memodernisasi sistem transportasi dan seluruh infrastruktur pendukungnya dan berbagai proyek pembangunan pipanisasi dilakukan. Pada tahun 2001, jalur transportasi Baltic Pipeline System (BPS) mulai dioperasikan yang membawa minyak dari Russia’s West Siberian dan Timan-Pechora ke pelabuhan Primorsk di Teluk Rusia. Jalur ini merupakan akses langsung menuju pasar Eropa dengan kapasitas angkut sebesar 360.000 bph dan akan dikembangkan menjadi sebesar 840.000 barel minyak bph pada tahun 2005. Disamping itu, juga direncanakan pembangunan jaringan pipanisasi dari Siberia barat dan Timan Pechora menuju Murmansk dengan kapasitas angkut sebesar 1,6-2,4 juta bph. Pembangunan jalur pipanisasi tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik dan sebagai outlet menuju pasar ekspor, tetapi juga untuk mengisi kebutuhan negara-negara tetangga seperti Belarus, Ukraina, Slovakia, Hongaria, dan Kroasia. Jalur ini dikenal dengan jalur pipanisasi Adria dengan kapasitas angkut 100.000 bph, dan dapat ditingkatkan menjadi 300.000 bph. Odessa-Brody pipeline juga merupakan bagian dari sistem transportasi melalui pipa yang dikembangkan oleh Rusia untuk mencapai pasar Eropa. Sejalan dengan peningkatan produksinya yang signifikan, ekspansi sistem transportasi jaringan pipa beserta fasilitas pendukungnya terus dikembangkan untuk mencapai pasar-pasar ekspor lainnya seperti Jepang dan Cina.
Berbeda dengan langkah Rusia dalam pengembangan industri minyaknya, sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia, pertumbuhan industri gasnya tidak banyak berkembang sejak tahun 1992 akibat monopoli yang diberikan pemerintah kepada perusahaan Gazprom’s yang memproduksi hampir 90% gas Rusia dan menguasai jalur pipanisasi gas negara ini. Negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor gas Rusia tercatat Jerman, Ukraina, Itali, Belarus, Perancis, Turki, Hongaria, Polandia, Republik Czech, dan Slovakia. Lebih dari 25% kebutuhan gas Eropa dipasok oleh Rusia, dan akan terus ditingkatkan dimasa yang akan datang. Untuk mendukung rencana pengembangan pasar ekspor tersebut Rusia membangun jaringan pipa Blue Stream yang menghubungkan Rusia dengan Turki. Disamping itu, juga akan dibangun jaringan pipanisasi North Trans-Gas menuju Jerman.

Kesimpulan
Pada dasarnya Rusia adalah negara yang mempunyai prospek ekonomi yang bagus, ekspor kian meningkat dari tahun ke tahun namun yang menjadi kendala utama adalah masalah transportasi hal ini terkait dengan kondisi alamnya. Namun demikian Rusia selalu memperbaikinya agar perekonomian bisa dimaksimalkan. Denyut nadi perekonomian negara ini terletak dari mineral tambang yang tersebar di beberapa wilayahnya yang potensial, hasil tambang yang menjadi ekspor andalan terutama adalah minyak bumi.


DAFTAR PUSTAKA
Ensiklopedia Geografi 3 Dunia Untuk Pelajar dan Umum. Jakarta : PT. Lentera abadi
Redaksi Ensiklopedia Indonesia. 1990. Ensiklopedia Indonesia seri Eropa. Jakarta: PT. Intermasa
http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/790

Rabu, 17 Juni 2009

PENCEMARAN di TELUK JAKARTA dan SARAN PENGELOLAANNYA


Kondisi pantai utara dan teluk Jakarta pada saat ini sangat kritis dan dilematis, karena seluruh kawasan pesisir telah dimanfaatkan secara sangat intensif untuk berbagai kegiatan pembangunan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan lingkungan. Strategi pembangunan pemerintah DKI tentang Teluk Jakarta tampaknya hanya mengedepankan fungsi ekonomis semata dan mengorbankan fungsi ekologis. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya perubahan, baik kualitas lingkungan dan kualitas sumberdaya yang telah terjadi puluhan tahun, beriringan dengan kegiatan pembangunan, tetapi tidak pernah diperbaiki. Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang menigkat sangat pesatdan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi seperti pembangunan industri, pemukiman, transportasi dan fasilitas pendukung lainnya.

Gambar 1. Salah satu sudut di Teluk Jakarta


Aktivitas ekonomi dan pertambahan penduduk menyebabkan munculnya masalah di wilayah perairan pesisir dan perairan Teluk Jakarta yang dapat dikelompokkan menjadi degradasi fisik, penurunan kualitas dan kuantitas sumberdaya alam, kesenjangan sosial ekonomi, pencemaran lingkungan dan bencana alam buatan manusia. Sementara itu masyarakat masih banyak beranggapan bahwa persoalan pembuangan limbah dengan membuang ke sungai, pesisir, dan laut merupakan cara yang praktis, murah dan efisien. Anggapan ini memang tidak seluruhnya salah oleh karena alam mempunyai kemampuan untuk mengelola limbah sampai batas tertentu namun jika batas kemampuan ini terlampaui maka fungsi ekologis akan menurun dengan cepat dan degradasi lingkungan tidak dapat dihindari lagi.


Status Kondisi Perairan Teluk Jakarta

1.Terumbu karang

Kondisi terumbu karang di Teluk Jakarta pada saat ini boleh dikatakan telah mengalami kematian secara total. Perkembangan kondisi terumbu karang di Teluk Jakarta dapat ditelusuri kembali sejak tahun 1928 dimana kondisi pada saat itu dapat dikatakan “thriving reefs” atau terumbu karang tumbuh dan berkembang sangat bagus (Umbrgrove, 1982). Pada tahun 1939 Umbgrove kembali mengamati kondisi terumbu karang di Teluk Jakarta dan menyatakan bahwa terumbu karang di Pulau Nyamuk besar masih dalam kondisi bagus, dengan rataan terumbu masih ditutupi dan didominasi oleh Montipora digitata dan M.folisa, dan pada waktu itu masih ditemukan 96 jenis karang. Pada tahun 1931 Vervey mencatat beberapa bagian pantai di Teluk Jakarta mengalami abrasi yang cukup kuat karena adanya penggalian karang sebanyak 8.500m3 untuk membangun jalan dan untuk bahan bangunan di Jakarta (Pardjman,1997). Sejak tahun 1940 hingga tahun 1970 tidak ada informasi tentang kondisi terumbu karang, kecuali data secara kualitatif yang mengatakan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Nyamuk, Pulau Bidadari, masih dalm kondisi cukup bagus. Pada waktu itu masih dapat ditemukan berbagai jenis ikan hias. Pada tahun 1985 LIPI bekerjasama dengan UNESCO melakukan pengamatan kondisi terumbu karang di Teluk Jakarta. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa terumbu karang di Pulau Ayer Besar tinggal sekitar 15% dan Pulau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Nyamuk Besar dan Pulau Onrust di bawah 5% dan Pulau yang lainnya kurang dari 5%, bahkan Pulau Bidadari tinggal 2% (De Vantier et al.,1998).


2. Eutrofikasi

Evaluasi dari tahun 1970 hingga kini menunjukkan bahwa di Teluk Jakarta makin sering terjadi eutrofikasi dari tahun-tahun sebelumnya. Tingginya kandungan nutrient di Teluk Jakarta telah diidentifikasi sebagai penyebab meningkatnya produktivitas primer. Peningkatan nutrient dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi plankton.

Warna air yang hijau dan keruh menandakan terjadinya ledakan fitoplankton, ledakan ini tidak hanya menyebar semakin jauh namun juga makin sering terjadi. Hasil pengamatan diberbagai tempat menunjkkan bahwa pengayaan 0,10mikro meter fosfat di atas konsentrasi normal sudah cukup untuk menyebabkan terjadinya ledakan populasi plankton.

Eutrofikasi telah dikenal sebagai penyebab utama penyebab utama kerusakan karang yang tumbuh di daerah pesisir yang dekat dengan pusa-pusat pertumbuhan ekonomi. Pengayaan fosfat dan nitrat menyebabkan terjadinya ledakan populasi fitoplankton dan zooplankton yang pada gilirannya menyebabkan terjadinya kekeruhan air lalut sehingga mengurangi penetrasi cahaya matahari, menyebabkan munculnya berbagai penyakit karang. Pengayaan fosfat dan nitrat juga menyebabkan tumbuh dan berkembangnya turf algae dan filamentus algae secara tak terkendali yang akhirnya akan menutupi koloni karang.

Eutrofikasi menjadi masalah yang serius bila diikuti ledakan fitoplankton penghasil racun. Fitoplankton toksik menimbulkan permasalahan kesehatan manusia dan perikanan. Gangguan kesehatan terhadap manusia dapat berupa PSP (Paralytic Shellfish Poisioning) dan CFP(Ciguareta Fishfood Poisioning). Keracunan yang diakibatkan oleh fitoplankton ini biasanya terjadi karena tanpa sadar orang memakan ikan atau kerang yang telah mengakumulasi toksin yang berasal dari ledakan fitoplankton penghasil toksin. Akibat keracunan ini dapat berupa gatal-gatal, kelumpuhan, muntah, diare, sesak nafas, dan kasus yang berat dapat menimbulkan kematian. Di sampingt toksin yang berbahaya bagi manusia, ledakan fitoplankton dari jenis Trichodesmium thiebautii dapat menyebabkan kematian masal pada ikan atau biota laut lainnya.

Teluk Jakarta berpotensi mengalami ledakan populasi fitoplankton beracun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 jenis fitoplankton beracun yangt ada di Indonesia 17 jenis ditemukan di Teluk Jakarta (Praseno,1997). Kematian masal ikan dan udang di Teluk Jakarta dan di Tambak Muara Kamal pernah terjadi pada tahun 1993 yang disebabkan oleh ledakan populasi fitoplankton beracun.

3.Logam Berat

Logam berat telah lama mencemari di Teluk Jakarta. Kandungan logam berat di teluk tersebut, baik di dasar perairan, kolom air dan di biota bentik telah melampaui ambang batas baku mutu lingkungan. Logam berat ini berasal dari industri tekstil, cat, percetakan, minyak, logam, gelas, elektronik, baterei, kendaraan bermotor, plastik, penyamakan kulit, ban dan industri karet serta masih banyak lagi. Jenis logam berat yang dihasilkan pada umumnya adalah Cr, Cd, Ni, Hg, Zn, Cu dan As. Kandungan logam berat di Teluk Jakarta dari tahun ke tahun selalu meningkat. Logam berat yang terakumulasi di dalam biota laut yang bersifat bentik seperti kerang-kerangan bila dikonsumsi oleh manusia dapat mengakibatkan keracunan yang akut atau kronis. Sebagai contoh cadmium (Cd) terhadapmanusia diantaranya meningkatkan tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal dan kerusakan sel darah merah. Gejala akut keracunan Pb adalah gangguan ginjal, sistem saraf dan otak, system reproduksi dan hati. Hg dapat menimbulkan apa yang dikenal sebagai penyakit Minamata.

4. Sampah Padat

Di Teluk Jakarta, sampah padat yang berasal dari buangan rumah tangga dan industri dibawa ke laut melalui sungai. Di beberapa muara sungai sebenarnya sudah dibuat penyaring untuk menyaring sampah padat namun alat-alat tersebut sebagian besar tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya banyak sampah yang lepas begitu saja ke laut dan karena terbawa arus sampah-sampah tersebut akhirnya terdampar di pulau-pulau di Teluk Jakarta. Jenis sampah padat biasanya didominasi oleh tas plastik, stereoform dan sampah organik. Sampah yang ada bisa mengindikasikan perubahan pola hidup masyarakat Jakarta.

Gambar 2. Pencemaran oleh sampah padat di perairan Teluk Jakarta


5. Daerah Aliran sungai

Daerah Ibu kota Jakarta dengan luas sekitar 650 km3 dengan garis pantai sepanjang sekitar 85 km yang diukur dari Tanjung Kait dibagian barat sampai Tanjung Karawang di sebelah timur, mengelilingi Teluk Jakarta. Sifat daerah aliran sungai (DAS) Jakarta sempit dengan aliran sungai pendek, dataran banjir yang luas. Pengelolaan DAS mutlak menjadi sangat penting dalam pengurangan limbah yang masuk ke wilayah pesisir. Segala upaya yang dilakukan di daerah pesisir tidak akan ada artinya jika di hulu tidak ditanganindengan baik. Penduduk di daerah hilir masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah terpanjang di dunia, sedangkan penduduk kota dan wilayah pesisir menganggap laut sebagai temapat sampah terbesar di dunia.

Pengelolaan daerah aliran sungai menjadi lebih rumit oleh karena daerah pelimpah banjir yang seharusnya tidak boleh dibangun telah berubah menjadi perumahan, bahkan disemua bantaran sungai dibangun rumah kumuh dan semuanya melakukan aktivitas MCK dan buang sampah langsung ke sungai. Industri yang berada di sepanjang aliran sungai masih banyak yang membuang limbah cairnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Di daerah hulu, limbah didominasi oleh limbah pertanian, di bagian hilir didominasi limbah kota dan industri, dan di daerah pesisir beban limbah pelabuhan dan industri menjadi sangat dominan. Semua limbah tersebut dibawa ke laut melalui sungai dan semuanya terakumulasi di Teluk Jakarta.

6. Sedimentasi

Kota Jakarta tumbuh dan berkembang di atas dataran alluvium yang terdiri dari endapan sedimen kwarter. Sedimen alluvial ini diendapkan di atas batu-batuan sediment tersier yang terlipat dari jalur Bogor dan tersusun dari skwensi endapan darat dan laut berselingan. Pertumbuhan dan perkembangan Kota Jakarta saat ini telah mencapai luas lebih dari 650 km2 dan ini lebih luas dari Teluk Jakarta yang luasnya sekitar 500 km2. Teluk Jakarta mempunyai dasar yang landai yang sebagian besar terdiri dari Lumpur, Lumpur pasiran, serta pasir lumpuran. Material yang diendapkan di Teluk Jakarta ini berasal dari 19 sungai yang mencurahkan airnya ke Teluk Jakarta. Material yang berupa rombakan batuan sedimen dan remah-remah gunung diendapkan dai muara-muara sungai. Verstapen pada tahun 1953 memperkirakan banyaknya Lumpur yang diangkut Sungai Cisadane, Ciliwung, dan Citarum mencapai 4-7 juta meter kubik per tahun. Pada satu musim penghujan di saat banjir, Sungai Citarum dapat mengangkut lebih dari 100.000 ton Lumpur. Tidak mengherankan jika Teluk Jakarta telah mengalami pendangkalan yang relatif cepat yaitu 1,5 m dalam kurun waktu 30 tahun (vide Pardjaman,1977). Pertambahan penduduk dan pembangunan ekonomi menuntut untuk membangun infrastruktur dan fasilitas seperti perumahan, hotel, industri, jalan, tempat rekreasi dan sebagainya. Perubahan lahan untuk membangun fasilitas-fasilitas tersebut menyebabkan terjadi erosi, sedimentasi dan pencucian nutrien yang akhirnya sampai di laut. Sedimen merupakan hasil proses alam yang merupakan hasil dari erosi di daratan dan dibawa ke laut melalui sungai. Sedimentasi dapat juga berasal dari pengadukan kembali dari sedimen yang tadinya telah diendapkan di daerah panatai atau dasar laut. Sedimen yang samapai di laut akan menyebabkan kerusakan karang melalui penutupan secara langsung dan mengurangi kemampuan karang untuk bereproduksi hingga 86% dan menghalangi proses perkembangan serta penempelan larva hingga mencapai 50%.

7. Akresi dan Abrasi

Adanya pasokan sediment yang besar dari daratan menyebabkan sebagian besar panati Teluk Jakarta mengalami akresi. Di pihak lain, adanya pola arus tertentu yang selalu bergerak sepanjang tahun menyebabkan beberapa bagian Pantai Jakarta meangalami abrasi. Pantai yang mengalami akresi atau abrasi dari barat sampai ke timur adalah pantai dekat muara Cisadane timur mengalami akresi, Tanjung Pasir sampai muara pecah barat mengalami abrasi. Muara Kamal, Muara Angke sampai Pasar Ikan mengalami akresi, Sunda Kelapa, Pantai Ancol, sampai Cilincing mengalami abrasi, Marunda, Muara Gembong hingga Tanjung Karawan mengalami akresi.

Abrasi dan Akresi di Teluk Jakarta tidak hanya dipicu oleh alam tetapi juga disebabkan oleh eksploitasi langsung baik yang berupa penambangan batu karang maupun pasir.


PERMASALAHAN DALAM MENGELOLA TELUK JAKARTA

Teluk Jakarta dari tahun ke tahun mengalami pencemaran lingkungan yang semakin berat baik secara fisik maupun secara ekologis. Proses degradasi lingkungan yang terjadi semakin memburuk. Sebenarnya pemerintah di tingkat Nasional telah melakukan berbagai program namun tidak efektif, seperti Program Nasional PROKASIH (Program Kali Bersih), Program Pantai Lestari, Program Panati Bersih dan Indah, Program Bandar Indah dan Program Taman Lestari dan lain sebagainya. Program-program tersebut sudah pernah dilaksanakan namun hasilnya seolah-olah hilang begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Air sungai tetap saja berwarna hitam di musim kemarau dan menjadi coklat pekat di musim penghujan; air laut tepi pantai hitam atau hijau pekat; dan pantai dipenuhi sampah.

Program-program yang dilakukan pemerintah daerahpun judga seolah-olah sia-sia tak ada dampaknya.

Permasalahan yang dihadapi PEMDA DKI demikian kompleks dan besar sehingga program apapu tampaknya susah untuk dapat berhasil. Berikut beberapa permasalahan yang cukup menonjol:

  1. Adanya 19 daerah aliran sungai yang umumnya berhulu di Bogor dan Tangerang yang memuntahkan aliran airnya ke Teluk Jakarta. Aliran sungai-sungai tersebut membawa berbagai limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sediment. Di daerah aliran sungai terutama di bantaran dan daerah pelimpah banjir selalu penuh dengan rumah kumuh. Hilangnya fungsi daerah pelimpah banjir dan tersumbatnya aliran sungai oleh bangunan rumah menyebabkan terhalangnya aliran sungai yang menyebabkan Jakarta selalu banjir di musim penghujan.

  2. Telah terlamapuinya daya dukung perairan Teluk Jakarta sebagai penampung dan pengealola limbah. Secara alami perairan laut mempunyai daya asimilasi dan daya pulih yang besar dalam mengelola limbah, namun yang terjadi di Teluk Jakarta daya tampung dan daya asimilasi telah terlampaui besarnya limbah yang masuk.

  3. Penambangan karang dan pasir hingga saat ini masih terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan, reklamasi dan konstruksi jalan. Kemiskinan struktural dan ekonomi menjadi salah satu factor yang berdampak negative terhadap lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan sehai-hari penduduk merusak lingkungan hidupnya, seperti perusakan hutan mangrove, pemakaian bahan peledak dan sianida untuk menangkap ikan, pengambilan batu karang, dan membuang samaph ke sungai.

  4. Sistem hukum dan penegakan peraturan tidak pernah dijalankan dengan baik.

  5. Sosialisasi suatu program tidak berjalan secara terus-menerus dan terkesan hanya sebagai kegiatan yang sifatnya temporal dan tidak ada kegiatan yang berkesinambungan.

  6. Masih sedikitnya sumberdaya manusia yang mampu menangani masalah perkotaan baik dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi serta aspek fisik.


PENDEKATAN PENGELOLAAN TELUK JAKARTA

Untuk mengatasi permasalahan pencemaran di Teluk Jakarta yang perlu dilakukan adalah mengurangi bahan pencemar yang masuk dan memperbesar daya dukung lingkungan sehingga perairan Teluk Jakarta bisa menjalankan fungsinya sebagai pengolah limbah secara maksimal. Banyak sekali solusi yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran yang masuk ke Teluk Jakarta, asalkan dikerjakan secara berkesinambungan. Masalah limbah bukanlah tanggung jawab pemerintah saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dengan masyarakat.

Hal terpenting untuk mengurangi limbah adalah dengan memperbaiki pengelolaan 19 daerah aliran sungai, penataan ruang wilayah pesisir Teluk Jakarta. Pengembangan instrumen peraturan dan ekonomi, pengembangan program kesadaran masyarakat yang berkesinambungan dan pemanfaatan sumberdaya sesuai dengan potensi lestarinya.

Pengelolaan DAS sebagai pembawa sumber bahan pencemar mutlak diperlukan. Mengembalikan fungsi sungai,menata kembali daerah pelimpah banjir, dan menghilangkan atau membersihkan rumah-rumah yang ada di bantaran sungai. Penanganan limbah dalam suatu institusi yang diberi kewenangan penuh. Buruknya penanganan sampah di DKI Jakarta juga menjadi salah satu sebab mengapa permasalahan sampah di Teluk Jakarta tidak pernah selesai dari tahun ke tahun. Selama ini penanganan limbah terkesan terpecah-pecah, ada tiga pembagian penanganan sampah di DKI Jakarta. Sampah yang berasal dari taman-taman ditangani oleh Dinas Pertamanan, sampah di pemukiman oleh Dinas Kebersihan dan sampah di sungai atau perairan menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Tumpang tindih tugas inilah yang ditenggarai sebagai sebab lolosnya sampah-sampah tersebut ke Teluk Jakarta. Segala upaya pengelolaan kawasan pesisir tidak akan ada artinya jika penanganan limbah di hilir dan sepanjang daerah aliran sungai tidak dikelola dengan baik.

Penataan keruangan kawasan pesisir sebaiknya mengacu pada penataan ruang sesuai dengan peruntukannya dan mempunyai jangka waktu antara 25-30 tahun untuk memberikan kepastian berusaha dan memberikan keamanan dalam pengelolaannya. Penataan ruang sesuai dengan peruntukannya hendaknya merujuk pada zona pemanfaatan, zona preservasi dan zona konservasi. Zona pemanfaatan ditata dan diperuntukkan segenap kegiatan kepelabuhan, kawasan industri, perikanan tangkap, kawasan pemukiman dan kawasan bisnis. Penempatan kegiatan pembangunan hendaknya disesuaikan dengan keadaan biofisik lingkungan yang ada sehingga tercapai keserasian, kesesuaian lahan dan dampak dari kegiatan pembangunan dapat dimonitor dan dikendalikan Keberadaan zona preservasi dan konservasi diperlukan agar fungsi ekologis perairan Teluk Jakarta sebagai pengelola limbah alami dapat dipertahankan.

Pengembangan instrumen peraturan harus dirancang agar dapat berjalan secara efektif untuk mengendalikan perilaku manusia. Peraturan disesuaikan dan tergantung pada isu dan kondisi setempat. Peraturan bersifat membatasi perilaku manusia, tidak akan dapat memuaskan semua masyarakat, sebagian kecil masyarakat harus rela berkorban untuk keuntungan yang lebih besar. Peraturan sebaiknya mencakup denda atau sanksi atas terjadinya pelanggaran, pembatasan kegiatan-kegiatan tertentu yang dapat merusak lingkungan., kewenangan yang jelas yang diberikan pada instansi tertentu untuk melaksanakan peraturan, pengendalian dan pengawasan terhadap perilaku penduduk. Peraturan sebaiknya disertai dengan pemberian insentif untuk mengubah perilaku masyarakat yang telah sesuai dengan keinginan pemerintah. Insentif secara finansial harus disesuaikan dengan kemampuan daerah untuk membayar., insentif harus bisa mengubah perilaku pencemar, perusak dan harus dapat mengembalikan biaya yang diakibatkan dari kegiatan tersebut.

Program kesadaran masyarakat yang berkesinambungan selama ini kurang berjalan dengan baik karena adanya kemacetan komunikasi antara pengambil keputusan dan masyarakat. Akibatnya kebutuhan dasar masyarakat tidak terpenuhi. Pendekatan pengelolaan lingkungan yang selama ini yidak responsif terhadap masyarakat perlu diubah yaitu dikembalikan pada falsafah dasar bahwa pengelolaan lingkungan pesisir adalah pengelolaan aktivitas manusia yang berdiam di sekitarnya. Masyarakat sebagai penghasil sampah harus disadarkan bahwa masalah limbah adalah menjadi tanggung jawab bersama. Penekanan terhadap kepentingan masyarakat melalui konsultasi dan komunikasi yang intensif serta pelibatan masyarakat dalam mengembangkan alternatif jalan keluar dalam upaya penyelesaian masalah yang berkembang diusahakan sampai selesai secara layak dan adil. Keterlibatan masyarakat harus dilaksanakan dengan baik agar ada titik temu yang berimbang antara pandangan masyarakat pad umumnya dan intervensi yang ingin dilakukan pemerintah. Dengan demikian masyarakat merasa bahwa buah pikirannya diakui dan dipertimbangkan sehingga rasa memiliki dan rasa tanggung jawab dalam mengelola lingkungan akan tumbuh.

Pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat selama ini tidak berjalan secara adil yang berakibat pada perusakan lingkungan bertambah parah. Keterbatasan pengetahuan dan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar dan persaingan sesama masyarakat miskin yang jumlahnya semakin meningkat menyebabkan mereka mengeksploitasi semua sumberdaya yang ada tanpa memikirkan kelestariannya. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan absolut maka perlu dilakukan peningkatan kemampuan masyarakat pesisir melalui pendidikan dan latihan, baik dalam keterampilan maupun bidang usaha. Menciptakan peluang berusaha bagi masyarakat pantai baik oleh pemerintah maupun swasta.


KESIMPULAN

Kerusakan lingkungan perairan Teluk Jakarta baik secara fisik, biologis dan ekologis terus berlanjut tanpa bisa dicegah. Pengelolaan yang tidak menyeluruh dan program penanggulangan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan perairan Teluk Jakarta. Program penyadaran untuk masyarakat secara terus-menerus, penataan wilayah hulu dan pesisir, peningkatan komunikasi antara pemangku peran di seluruh tingkatan, pengembangan dan penegakkan peraturan secara tegas dan adil serta pemanfaatan sumberdaya alam laut yang lestari merupakan kunci untuk dapat mengurangi kerusakan lingkungan di Teluk Jakarta.



Sumber :

http://www.walhi.or.id/kampanye/cemar/industri/060720_penctlkjkt_cu/

Budi setiawan, wahyu. 2005. Interaksi Daratan dan Lautan. LIPI Press: Jakarta


Wikipedia

Hasil penelusuran