Senin, 03 Juni 2013

Renungan Kehidupan



Tiap terjaga di malam seperti ini, dan hanya di temani kesendirian yang tak berkesudahan
Anganku melayang, menerawang jauh ke masa lalu...
Terkenang segala yang pernah terjadi dalam hidup
Mereka, sahabat, teman yang datang dan pergi silih berganti
Begitupun dengan kisah sedih, pilu penuh tangis, bahagia  penuh tawa dan canda Juga silih berganti
Namun terkadang seolah gelak tawa itu menggema kembali, tangis itu.. air mata yang pernah tertumpah itu... Semuanya........ masih terkenang dan terbingkai rapi dalam hati
Seperti inilah kehidupan
roda terus berputar, semua datang silih berganti...
“Dari tidak ada menjadi ada, kemudian menjadi tidak ada lagi
Yang datang dapat pergi, yang pergi bisa kembali dan kemudian bisa pergi lagi namun mungkin juga takkan pernah kembali”
Namun ada satu yang benar-benar tak pernah bisa kembali “masa lalu”
 karna dia adalah masa yang sudah terlewati
Hidup kita adalah saat ini, sedangkan nanti /esok masih misteri
Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti
Namun perlu diketahui, apa yang kita pikirkan dapat mempengaruhi apa yang kita lakukan, apa yang kita lakukan saat ini dapat menentukan apa yang kan terjadi nanti
Jadi berhati-hatilah dalam berfikir dan bertindak.
Kembali ke tema masa lalu,
Andai masa lalu dapat  terulang tentu takkan pernah sama persis
Masa lalu ada yang manis ada yang pahit, namun apapun itu dia adalah tonggak pembelajaran untuk melangkah ke depan
“Masa lalu tak harus di lupakan, Namun Masa depan harus diprioritaskan”
Masa depan seperti apa?                                                       
Masa depan sesungguhnya hanyalah kematian
Setiap apa yang kita lakukan jika hanya untuk kepentingan duniawi saja, tanpa di imbangi demi kepentingan akhirat....tak kan berguna.
Untuk apa bermegah-megahan, untuk apa sekolah tinggi Jika hati gersang?
 Toh itu kakkan kita bawa mati.
Kawan sejati hanyalah amal, yang menemani hingga mati.
Tiada manusia yang pantas bersombong diri berjalan di bumi Alloh ini
Yah, dan pada akhirnya akupun menyadari dari semua yang datang dan pergi silih berganti
Hanya satu saja yang dapat menjadi teman sejati
Bukan ayah, bukan ibu, saudara, atau sahabat
Melainkan AMALan kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beryukur dan pandai beramsol.
AMIN

Tawangmangu,
Chuwie
02. 19  am

Wikipedia

Hasil penelusuran